Kondisi Mutu Lada Nasional

lada5Lada (Piper nigrum L.) merupakan salah satu produk rempah rempah yang dihasilkan oleh petani di Indonesia. Sebagai komoditas perkebunan, Lada memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional karena Lada menjadi salah satu komoditi ekspor. Secara umum di Indonesia, petani mengusahakan dua jenis lada, yaitu lada putih dan lada hitam. Kedua jenis lada ini terdapat pada daerah sentra yang berbeda. Di pasaran internasional sendiri terkenal dua jenis lada yang berasal dari nusantara, yaitu Lampung Black Pepper dan Munthok White Pepper. Namun ketenaran lada nusantara di pasaran Internasional belum diimbangi dengan mutu yang dihasilkan.

Rendahnya mutu lada yang dihasilkan oleh petani bisa diakibatkan oleh  beberapa faktor diantaranya  perlakuan budidaya yang diterapkan, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan penanganan pascapanen di tingkat petani.  Penanganan pascapanen di tingkat petani masih menjadi permasalahan karena petani masih melakukan penanganan  pascapanen seadanya. Diantara beberapa perlakuan pascapanen yang masih harus diperbaiki adalah sebagai berikut :

  • Perendaman biji lada untuk produksi lada putih. Pada salah satu daerah sentra penghasil lada putih, masih melakukan perendaman di lokasi sungai yang  dekat dengan aktivitas warga sehingga lada bisa tercemar oleh limbah rumah tangga. belum lagi di beberapa lokasi sungai sudah tercemar oleh logam hasil dari pertambangan. Kondisi ini sangat berakitan erat dengan  keamanan pangan, dimana tuntutan pasar menginginkan produk yang tidak hanya bermutu tapi juga sehat dan tidak mengandung cemaran biologis dan kimiawi.
  • Pengeringan lada yang dilakukan oleh petani, masih banyak yang menggunakan metode penjemuran dengan menggunakan alas tikar di lokasi pinggir jalan atau halaman rumah. Penjemuran yang di pinggir jalan, selain kotor karena debu juga bisa terkontaminasi polusilada jemur buangan dari kendaraan bermotor.

Perbaikan mutu lada mutlak diperlukan untuk  memenuhi tuntutan pasar global. Dimana dalam pemenuhan produk tidak saja hanya mengacu pada jumlah dan mutu saja tetapi juga sudah mengacu pada traceability dan keamanan pangan. Peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam perbaikan mutu lada nasional, terutama dalam pemberian fasilitas bantuan pengadaan sarana pascapanen dan pendampingan serta pembinaan yang kontinyu kepada para petani di sentra penghasil lada di Indonesia. Disamping itu, pemerintah perlu juga berperan dalam mempertahankan stabilitas harga sehingga para petani memiliki posisi tawar yang tinggi yang pada akhirnya dapat memperkuat kesejahteraan ekonomi para petani.